Pemberian modal untuk berdagang cenderung untuk mengurangi kemiskinan, tetapi hanya dalam pengaturan khusus:  jika sektor keuangan stabil, tingkat pendidikan tinggi, dan tata kelola yang kuat. Ketiga dimensi (keuangan, pendidikan, dan pemerintahan) memampukan perekonomian terutama dalam mengalokasikan sumber daya, yakni dari yang kurang produktif ke yang lebih produktif. Hal ini pun terbatas pada pemanfaatan kesempatan yang ditawarkan oleh negara dalam sektor perdagangan.

Sektor keuangan yang maju memudahkan bank dan investor untuk mengidentifikasi sektor-sektor baru dan menjanjikan untuk mengarahkan kredit. Populasi yang lebih berpendidikan memudahkan penguasaan keterampilan baru dan penyesuaian terhadap perubahan kondisi pasar tenaga kerja.  Dan pemerintahan dengan tata kelola yang lebih baik memungkinkan kontrak yang akan dibuat dan konflik yang terjadi diselesaikan dengan lebih mudah.

Ketakterpenuhan ketiga kondisi adalah juga merupakan indikator dari kemiskinan, sehingga dalam kondisi ini pemberian pinjaman modal terkait usaha pengentasan kemiskinan menjadi hal mubazir.

Nyambung ke “Langkah Agar Pemberian Pinjaman Modal Mengentaskan Kaum Miskin”

Balik ke “Pengaruh Pemberian Modal Usaha Terhadap Pengentasan Kemiskinan”

Terima kasih telah membaca. Beri komentar Anda tentang artikel ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>