Sejumlah catatan dan tulisan Edy Suhardono mengenai logika, kecerdasan matematika, kecerdasan interpersonal, dan belajar yang dihimpun dari Facebook IISA VISIWASKITA dan Facebook SoalSial.

Catatan via posting 11 Januari 2016

Dalam menentukan bidang studi yang tepat bagi anak-anak Anda, fakta bahwa Anda berusaha meyakinkan tentang bidang yang tepat bagi anak-anak Anda tidak selalu berarti bahwa Anda benar; sama halnya, Anda juga tidak sedang membohongi mereka. Anda hanya perlu bersikap rendah hati bahwa tidak semua yang Anda yakini adalah benar. [Edy Suhardono, 2016]

Wahai Para Orang Tua, Ini dari Kami Para Calon Mahasiswa

Catatan via posting 10 Januari 2016

Tidak semua orang yang ahli dalam bidangnya mampu mengajar orang lain untuk menguasai bidang yang menjadi keahlian mereka. Biasanya mereka rendah di kecerdasan Interpersonal. Mereka sulit memahami kenapa orang lain sulit memahami. Di dunia pendidikan musik berlaku semacam ‘plesetan’ (dalam bahasa Jawa), dimana “guru musik” diplesetkan menjadi “gurumu, sik” (yang utama adalah gurumu). [Edy Suhardono, 2016]

Lima Alasan Mengapa Guru Musik Suka Galak

Catatan via posting 10 Januari 2016

“Latah Logika” adalah suatu spontanitas melogikakan sesuatu atas anjuran yang sifatnya memberikan rasa aman dari tekanan mayoritas dan/atau otoritas. Salah satu kasus serius dalam dunia pendidikan adalah kebiasaan para siswa membawa seabrek bahan ajar di tas mereka seperti yang digunakan para guru sesuai “jadwal mengajar”, BUKAN “jadwal belajar”. [Edy Suhardono, 2016]

Akibat Membawa Tas Sekolah Terlalu Berat Setiap Hari… Peringatkan yang lain!

Catatan via posting 10 Januari 2016

Harga yang harus dibayarkan untuk mendapatkan sesuatu dengan sejumlah uang adalah sejajar dengan nilai yang sama atau lebih besar dari uang yang harus dibelanjakan. Jadi, makin tinggi nilai dari sesuatu dibandingkan dengan uang yang akan dibayarkan, makin besar kemungkinan orang untuk mengeluarkan uangnya membeli sesuatu tersebut. [Edy Suhardono, 2016]

Berapakah Harga Halaman Facebookku?

Catatan via posting 7 Januari 2016

Informasi tentang “Passing Grade” saja tak cukup. Calon mahasiswa harus juga memiliki informasi tentang DAYA TAMPUNG (formasi yang tersedia) dan kesesuaian antara bidang studi yang dipilih dengan PASSION YANG BERBASIS PADA KOMPOSISI TALENTA, bukan sekadar bidang yang populer selama lima tahun terakhir. Target yang harus dicanangkan oleh calon mahasiswa tidak hanya berhasil memasuki suatu bidang studi di perguruan tinggi tertentu, tetapi juga untuk lulus secara cemerlang dan tepat waktu. [Edy Suhardono, 2016]

Passing Grade SNMPTN 2016 – Terbaru 2016

Catatan via posting 7 Januari 2016

Orang tua jarang melepaskan anak-anak mereka karena anak-anak adalah pendengar utama atas semua hal yang mereka harus katakan. Sebagai akibat, anak-anak pun berusaha melepaskan diri, menjauhkan diri, dan akhirnya memisahkan diri dari orangtua mereka hingga mereka memiliki sesuatu untuk dikatakan kepada orangtua. [Edy Suhardono, 2016]

Catatan via posting 5 Januari 2016

Jika saya lakukan hal ini setiap hari, tidak ada maksud untuk menganggap diri saya sebagai telah menguasai flute dan violin. Saya hanya mau menaklukkan seluruh diri saya melalui mencoba dan terus mencoba. [Edy Suhardono, 2016]

Catatan via posting 4 Januari 2016

Jika anak-anak Anda mengalami kesulitan dalam matematika, les matematika atau kursus mungkin tidak bisa diterapkan kalau tidak malahan menyebabkan anak-anak Anda mengalami fobia matematika. Anda hanya perlu mendorong dan tidak mencegah atau menghindarkan mereka untuk “hal-hal yang nereka telah mampu melakukan sendiri”. [Edy Suhardono, 2016]

Kenapa Anak Kurang Cerdas Matematika?

Catatan via posting 3 Januari 2016

Kita harus belajar dari kegagalan kita sendiri, kegagalan suatu organisasi, kegagalan sebuah pengorganisasian, dan sesuatu yang kita sukai, meski kita mengalami kesulitan mempelajarinya. Sebaliknya kita tak harus belajar dari kesuksesan seseorang, dari kesuksesan suatu organisasi, dari kesuksesan sebuah pengarganisasian, dari sesuatu yang kita tak sukai, meski kita tak mengalami kesulitan mempelajarinya; tak harus menunda belajar sesuatu yang kita sukai dengan alasan bahwa jadwal kita padat, dan segera belajar tentang sesuatu yang kita tak sukai dengan alasan bahwa hal itu sudah terjadwal. [Edy Suhardono, 2016]

Why Leaders Don’t Learn from Success

Tentang Penulis: Edy Suhardono adalah Pendiri IISA VISI WASKITA dan IISA Assessment, Consultancy & Research Centre. Ia juga penggagas SoalSial. Ikuti ia di Facebook IISA dan Twitter IISA.

 

Terima kasih telah membaca. Beri komentar Anda tentang artikel ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>