Pernahkah Anda mengaku salah ketika Anda dituduh salah? Apakah terbersit dalam pikiran Anda untuk bertanggung atas terjadinya masalah? Seberapa Anda lebih bereaksi untuk mendapatkan rasa nyaman dan menitikberatkan pada kemanfaatan hanya bagi Anda tanpa menghiraukan pertimbangan yang benar atau adil? Dan seberapa sering Anda bereaksi secara berlebihan ketika Anda merasa sebagai yang tertuduh melakukan kesalahan?

Reaksi Anda, meski Anda klaim sebagai “membela diri”, sesungguhnya adalah agresi. Baik Anda maupun yang Anda lawan, mungkin akan terlibat dalam perilaku mengerikan, meski faktanya masing-masing pihak telah memberikan andil pada terjadinya masalah. Mata Anda akan menjadi rabun melihat efek dari tindakan Anda sehingga Anda bahkan gagal menolak perbuatan yang Anda sendiri tidak setujui. Anda terjebak dalam emosi saat itu, dan Anda sangat meyakini bahwa tindakan Anda dibenarkan sekaligus berhak merasa terkejut dan frustrasi ketika Anda menghadapi kenyataan yang tak Anda harapkan.

Sayangnya, jika hari demi hari, bulan demi bulan, Anda meyakini diri Anda sebagai diri sebagaimana Anda Anda pikirkan, maka Anda secara kejiwaan akan berada dalam bahaya. Tidak hanya bahwa Anda kemudian makin kuat dalam keyakinan tentang siapa diri Anda, tetapi Anda juga akan kehilangan pedoman eksternal mengenai apa sesungguhnya dan pada batasan mana pertahanan diri dapat Anda lakukan. Jika kemudian dari sini Anda ditangkap dan didakwa, dan menurut Anda hal ini tidak datang dari undang-undang yang adil, maka Anda akan merasa harus membela diri, meski sesungguhnya yang Anda lakukan bukanlah membela diri, tetapi bunuh diri.

sumber foto: republika.co.id

Terima kasih telah membaca. Beri komentar Anda tentang artikel ini.

Komentar