Artikel ini diperiksa dan disunting ulang dari artikel Edy Suhardono yang pertama kali dipublikasikan di Facebook Edy Suhardono, “Tanpa Asi Kelak Bayi Bertabiat Porno…”, 8 Mei 2016.

Berikut adalah sari pembelajaran yang belum terfalsifikasi selama kami melakukan layanan konsultasi keorangtuaan dalam 10 tahun terakhir ini:

(1) Tidak ada dua anak yang sama persis, kendati keduanya adalah kembar identik (identical twin);

(2) Tidak ada dua anak yang belajar dengan cara yang sama;

(3) Tidak ada fasilisasi atau pemerkaya lingkungan yang sama bagi dua anak yang berbeda;

(4) Di dalam berbagai konteks, kepada anak harus diajarkan agar berpikir dan bertindak menurut cara khas mereka.

Kerenanya, tak ada jamu atau kiat keorangtuaan yang manjur untuk semua anak. Selain masing-masing anak dari orangtua kandung yang sama berbeda satu sama lain, setiap individu yang menjadi pasangan orangtua selalu memiliki pengalaman unik yang diperoleh dari orangtua terdahulu mereka masing-masing.

Dengan demikian,

1. Untuk mengajarkan anak keahlian sosial diperlukan baseline data anak dan orangtua sehingga teridentifikasi keahlian sosial mana yang lebih tepat sebagai kunci pembuka.

2. Untuk membiasakan anak mengerjakan pekerjaan rumah perlu dipetakan konteks budaya keluarga dan komposisi sibling.

3. Untuk menerapkan ekspektasi yang tinggi perlu dipetakan kondisi anak dan orangtua sehingga tidak terjadi over-estimation atau under-estimation.

4. Tidak ada idealisasi tentang hubungan harmonis, sebaliknya justru anak dapat belajar dan/atau merefleksikan kondisi disharmoni.

5. Bukan tingkat pendidikan tinggi yang harus dijadikan acuan, tetapi penuntasan pendidikan yang direncanakan sesuai kondisi sosial-ekonomi.

6. Bukan minimnya stres, tetapi keberhasilan penanggulangan atau adaptasi terhadap stres.

7. Bukan soal lebih menghargai usaha daripada kegagalan, tetapi soal bagaimana orangtua mendorong anak untuk berusaha mencoba dan BUKAN mencoba berusaha.

* Tulisan ini merupakan tanggapan atas: Inilah 7 Karakter Orangtua Calon Pemilik Anak Sukses, Anda Masuk Kategori nomor berapa?

Tentang Penulis: Edy Suhardono adalah Pendiri IISA VISI WASKITA dan IISA Assessment, Consultancy & Research Centre. Ia juga penggagas SoalSial. Ikuti ia di Facebook IISA dan Twitter IISA.

 

Terima kasih telah membaca. Beri komentar Anda tentang artikel ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>