Setiap kali bangsa ini—bangsa kita—terbelah dalam perdebatan emosional mengenai siapa yang pantas disebut pahlawan, ada sesuatu yang jauh lebih dalam sedang dipertaruhkan daripada sekadar gelar. Riuh rendah wacana penganugerahan gelar pahlawan kepada Soeharto pada November 2025 ini bukanlah pertarungan politik biasa. Sebagai seseorang yang telah mengamati psikologi bangsa ini selama 40 tahun, saya melihatnya sebagai […]
Month: November 2025
Dalam pekan-pekan terakhir, publik Indonesia disuguhi sebuah drama politik yang tidak diumumkan, tetapi terasa. Kompas (25 Oktober 2025) melaporkan adanya “koordinasi erat” dan “arahan khusus” antara Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tidak ada pernyataan eksplisit tentang pergantian pimpinan Polri, tetapi frasa seperti “atensi dan catatan” serta “kegiatan terus ditindaklanjuti” justru memperkuat […]
Di banyak ruang pendidikan kita, inklusivitas masih dipahami sebagai toleransi pasif—membiarkan perbedaan hadir tanpa mengganggu. Sekilas tampak damai, tetapi di baliknya tersembunyi jarak yang tak pernah terjembatani. Toleransi semacam ini bukanlah penerimaan, melainkan penghindaran konflik. Ia menciptakan harmoni semu yang rapuh, di mana identitas minoritas tetap berada di pinggiran. Ki Hadjar Dewantara pernah menulis bahwa […]