Beberapa pekan sebelum trailer Na Willa (2026) dirilis, kabarnya sudah lebih dulu saya dengar berseliweran di media sosial. Sejauh yang saya ketahui, film ini merupakan adaptasi dari novel populer Na Willa: Serial Catatan Kemarin karya Reda Gaudiamo. Meskipun saya belum pernah benar-benar menamatkan bukunya, justru dari situ ketertarikan untuk menonton film ini muncul. Nama Bu […]
Category: Begini Saja
Bunker Hancur, Nurani Siapa Terkubur?
Langit malam Timur Tengah baru saja disayat oleh raungan pesawat pengebom siluman B-2 Spirit, yang menjatuhkan berton-ton baja dan bahan peledak penembus tanah ke perut bumi Iran. Di balik kepulan debu yang menyelimuti Fordow, Natanz, dan Esfahan, dunia kini menahan napas menunggu jawaban dari satu pertanyaan mendesak: sejauh mana fasilitas nuklir bawah tanah itu retak, […]
Di tengah gembar-gembor visi “Indonesia Emas 2045”, sebuah pertanyaan senyap tetapi menohok muncul dari celah sejarah: apakah kita sedang bergerak maju, atau justru sedang kehilangan suara kita sendiri? Statistik terbaru menyajikan ironi yang pahit. Dari lebih 700 bahasa daerah yang pernah hidup dan menjadi denyut nadi Nusantara, hanya sekitar 120 bahasa yang kini berada dalam […]
Hujan deras di penghujung 2025 bukan sekadar fenomena meteorologis, melainkan tragedi moral yang menelan 1030 nyawa di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Angka itu bukan statistik dingin, melainkan potret kegagalan negara menjaga keseimbangan ekologis. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat tutupan hutan Sumatra kini hanya 29,4 persen.[1] Padahal, penelitian Margono dkk. menegaskan hutan […]
Desember 2025 seharusnya menjadi bulan yang tenang. Setahun setelah transisi kekuasaan, publik berharap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa menikmati masa purnabakti sebagai negarawan. Namun kenyataannya berbeda: isu lama tentang ijazah palsu kembali menyeruak, seolah menjadi “zombie politik” yang menolak dikubur. Isu ini bukan sekadar soal administratif mengenai selembar ijazah Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun […]
Setiap kali bangsa ini—bangsa kita—terbelah dalam perdebatan emosional mengenai siapa yang pantas disebut pahlawan, ada sesuatu yang jauh lebih dalam sedang dipertaruhkan daripada sekadar gelar. Riuh rendah wacana penganugerahan gelar pahlawan kepada Soeharto pada November 2025 ini bukanlah pertarungan politik biasa. Sebagai seseorang yang telah mengamati psikologi bangsa ini selama 40 tahun, saya melihatnya sebagai […]