Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan secara terintegrasi antara lain: pelembagaan proses partisipatif masyarakat miskin dan terpinggirkan dalam pengambilan keputusan, kemiteraan dengan dengan organisasi berbasis masyarakat (CBO), dan organisasi non-pemerintah (LSM), termasuk kelompok-kelompok advokasi; penyediakan akses ke tanah (termasuk regularisasi), infrastruktur, dan layanan perkotaan; program terpadu untuk perbaikan lingkungan perkotaan; pengembangan usaha kecil dan mikro; penguatan kewarganegaraan dan inklusi sosial, kolaborasi dengan yayasan dan organisasi filantropi pada proyek-proyek sosial; dan program khusus untuk menjangkau kelompok-kelompok rentan.

Betapa pun, terlepas dari yang dirasakan dan dialami oleh orang Indonesia terhadap ikhtiar pemerintah melakukan pengentasan kemiskinan,  negara berkembang lain sangat mempertimbangkan Indonesia dalam hal:

  1. Investasi besar-besaran di bidang infrastruktur, terutama di daerah pedesaan dan pulau-pulau terluar, dan proyek-proyek irigasi,
  2. Penyediaan input pertanian bersubsidi (dalam pupuk tertentu),
  3. Dukungan harga bagi petani padi (melalui BULOG),
  4. Tabungan pedesaan dan program kredit (Bank Rakyat Indonesia-BRI), dan
  5. Nilai tukar kompetitif yang nyata melalui devaluasi berturut-turut dan penyusutan yang dikelola.

Balik ke “Kondisi Yang Memungkinkan Pinjaman Modal Efektif”

Terima kasih telah membaca. Beri komentar Anda tentang artikel ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>