Tetapi hal yang sama (pemerkaraan privasi) mungkin tidak berlaku untuk “inkonsistensi yang konsisten” yang terjadi pada pemberlakuan praktik demokratisasi dan pengawasan elektronik yang dikerjakan oleh pemerintah sembari memanfaatkan paranoia tentang kejahatan dan terorisme yang mengorbankan hak-hak privasi individu. Faktanya pengawasan elektronik oleh pemerintah telah mengancam dan melemahkan hak warga negara untuk berkomunikasi pribadi secara online.

Nyambung ke “Demokrasi dan Hak Privasi

Balik ke “Siapa Yang Menyadap

Terima kasih telah membaca. Beri komentar Anda tentang artikel ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>