Categories
Begini Saja

Bohong Dengan Statistik

Artikel ini diperiksa dan disunting ulang dari artikel Edy Suhardono yang pertama kali dipublikasikan di Facebook Edy Suhardono, “BOHONG DENGAN STATISTIK”, 21 Februari 2017.

Mahasiswa:

“Bapak selama ini mengajarkan kepada kami bahwa statistik adalah cabang matematika yang berhubungan dengan pengumpulan, analisis, interpretasi, presentasi, dan organisasi data. Berarti statistik adalah ilmu yang logis, koheren, dan sistematik untuk menguji pola data. Jika benar demikian, pertanyaan saya, kenapa Darrell Huff menulis buku “How to Lie with Statistics“? Apakah buku yang diterbitkan penerbit W. W. Norton & Company (October 17, 1993) itu mau menganulir sifaf logis dari statistik ini, sehingga statistik tak lebih dari sekadar tipu-tipu?”

Dosen:

“Tidak ada yang berubah dari pengertian yang saya sampaikan. Lagi pula, bukan begitu persepktif untuk memahami pemikiran Huff. Huff mengajarkan kita sesuatu yang kita harus tahu. Kita tahu tipuan itu dapat terjadi, tetapi tidak menyadari betapa banyak bidang kehidupan kita yang rentan dimanipulasi oleh angka. Kita belajar bagaimana statistik dapat dimodifikasi untuk melaporkan hal yang Stasiun TV ingin yakinkan kepada publik. Huff secara cerdik menyadarkan kita, betapa statistik sering digunakan untuk mencari pembenaran melalui kerangka sampel, teknik wawancara, tabulasi dan setiap metode, yang sekadar untuk membujuk kita agar percaya. “How to Lie with Statistics” adalah buku yang menganjurkan kita untuk berpikir kritis tentang segala sesuatu di balik statistik. Buku ini menyadarkan kita, bahwa orang sering melakukan manipulasi menggunakan angka statistik. Hari-hari ini begitu banyak berita yang menyemburkan statistik dengan berbagai cara guna menggiring pembaca ke arah keinginan sebagaimana dikehendaki penulis/peneliti, dan ini belum tentu mengarah ke kebenaran. Ini adalah buku luar biasa untuk siapa pun yang peduli dengan akurasi atau berpikir kritis.

Mahasiswa:

“Jadi, apakah statistik sendiri membohongi kita?

Dosen:

“Penulis justru mengajak kita agar tidak mau dibohongi dengan berbagai argumentasi angka yang menggunakan statistik“.

Mahasiswa:

“Saya ingin penegasan Bapak, apakah dengan buku, yang menyatakan bahwa statistik dapat digunakan untuk berbohong, Darrell Huff sengaja menistakan statistik?

Dosen:

“Sama sekali tidak. Bahkan Anda sendiri berkemungkinan menistakan statistik jika Anda menggunakan statistik sebagai alat pembenaran bagi kepentingan Anda.”

Mahasiswa:

“Jadi, apakah saya boleh tetap mempelajari statistik yang bisa digunakan untuk membohongi itu?”

Dosen:

“Teruskan mempelajarinya. Statistik tidak dapat berbohong. Yang mungkin berbohong adalah saya dan Anda jika mengabaikan peringatan sebagaimana disampaikan oleh Darrell Huff”.

Tentang Penulis: Edy Suhardono adalah Pendiri IISA VISI WASKITA dan IISA Assessment, Consultancy & Research Centre. Ia juga penggagas SoalSial. Ikuti ia di Facebook IISA dan Twitter IISA.

 

Terima kasih telah membaca. Beri komentar Anda tentang artikel ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *