Categories
Begini Saja

‘Proyeksi’ Sebagai Teknik Bermain Sulap

Artikel ini diperiksa dan disunting ulang dari artikel Edy Suhardono yang pertama kali dipublikasikan di Facebook Edy Suhardono: ‘PROYEKSI’ SEBAGAI TEKNIK BERMAIN SULAP, 3 November 2016.

Kecuali secara sengaja orang berpolitik, kebiasaaan orang menyalahkan pihak lain atau situasi adalah sebentuk pengingkaran tanggung jawab atas kenyataan yang terjadi di depan mata [Edy Suhardono, 2016].

Menyalahkan pihak lain adalah indikator bahwa Pelaku (P) telah melakukan kesalahan. P cenderung mengklaim bahwa orang lain atau keadaan telah membuat P melakukan apa yang akhirnya P lakukan dan bukan mengakui bahwa P memiliki pilihan lain tentang bagaimana menanggapi pihak atau situasi tertentu.

Menyalahkan pihak lain disebut juga sebagai “mekanisme proyeksi”, di mana P memproyeksikan motivasi, niat, atau tindakan yang sebenarnya murni datang dari diri P sendiri seolah sebagai seesuatu yang dipicu oleh pihak lain atau situasi tertentu.

P sepenuhnya sadar bahwa orang lain mengetahui kesalahan pada perilaku P, tetapi P tidak memberi ruang rasa bersalah atau malu tentang apa yang P lakukan. P bahkan tak merisaukan emosinya sendiri menakala menyadari bahwa orang lain menangkap motifnya.

Ketika menyalahkan orang lain seolah sebagai pihak yang harus mempertanggungjawabkan tindakan yang senyatanya telah dilakukan oleh P, hal ini merupakan upaya P untuk membenarkan sikapnya, di mana P tidak punya pilihan selain merespon pihak lain dan situasi dengan cara yang telah P tentukan.

Dengan cara ini, P secara bersamaan menghindari tanggung jawab serta memanipulasi dan mengelola kesan orang tentang diri P. Taktik ini merupakan taktik untuk menggambarkan diri P sebagai korban, dan taktik ini merupakan taktik yang efektif untuk memperoleh simpati dari orang lain, sehingga orang lain mengabaikan karakter dan perilaku salah yang konstan dari P sebagai sumber masalah.

Kadang taktik menyalahkan ini dilakukan P secara sangat halus. Dengan menarik perhatian berbagai kalangan yang secara potensial dapat memberikan kontribusi untuk memanipulasi dan mengaburkan peran P dalam penciptaan masalah, P menegaskan bahwa semua yang terjadi secara tidak dikehendaki adalah “bukan karena P”, sehingga P menggalang opini para kontributor potensialnya untuk mengalihkan perhatian bukan ke dirinya, tetapi ke “penyebab lain” melalui semacam pertunjukan sulap.

Saya menunggu tanggapan Anda setelah Anda mengaitkan ulasan ini dengan tautan yang saya sertakan. Terima kasih.

Tautan:

SBY: Mudah-Mudahan Mimpi Saya Ini Tidak Dilaporkan ke Presiden Jokowi.

Tentang Penulis: Edy Suhardono adalah Pendiri IISA VISI WASKITA dan IISA Assessment, Consultancy & Research Centre. Ia juga penggagas SoalSial. Ikuti ia di Facebook IISA dan Twitter IISA.

 

Terima kasih telah membaca. Beri komentar Anda tentang artikel ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *