Pakar psikologi politik dari berbagai aliran dan pandangan telah mengemukakan berbagai teori dan pendapat terkait titik simpang atau titik temu yang mengharuskan seorang negarawan untuk mengambil sikap dan tindakan yang berseberangan dengan partai, koalisi, atau relawan pendukungnya, bahkan jika risiko pemakzulan harus dihadapi. Perspektif kognitif lebih menitikberatkan pada bagaimana ketika berada pada posisi berseberangan dengan […]
Category: Begini Saja
Wawancara Imajiner
PI[1] : ”Saudara RI[2] saya kira Anda paham bahwa impian Presiden Jokowi antara lain adalah: Indonesia emas 2045, Hilirisasi, IKN, dan keberlanjutan infrastruktur. Untuk merealisasi keempat butir impian ini, Indonesia butuh pemimpin yang berani dan mampu membuat keputusan secara independen dalam arti tidak didikte oleh partai, koalisi, dan relawan; juga tidak didikte oleh negara lain. […]
Tafsir atas Peristiwa
Ada beberapa konsep yang saling terkait dalam psikologi politik: peristiwa politik, pengaruh, prasangka, intrik, atau konspirasi. Peristiwa politik mengacu pada suatu peristiwa atau hal yang terjadi di dunia politik dan dapat mempengaruhi persepsi dan pola pikir individu maupun kelompok. Peristiwa politik meliputi pemilihan umum, penyalahgunaan kekuasaan pemerintah, kebijakan publik yang kontroversial, dan sebagainya. Meski dimaksudkan […]
Argumentasi Promptal
Dalam studi psikologi politik, ‘argumentasi promptal’ dikenali sebagai alasan yang bertujuan untuk menyakinkan atau mempengaruhi publik agar melakukan suatu tindakan atau mengubah pendapat. Argumentasi ini seringkali digunakan dalam situasi persuasif, seperti dalam debat atau penulisan esai argumentatif. Sementara itu, argumentasi substansial adalah alasan yang berfokus pada substansi atau isi argumen yang diberikan. Argumentasi promptal bertujuan […]
Atribusi Privilege
‘Atribusi privilege’ dalam perspektif psikologi politik merujuk pada kecenderungan manusia untuk mengaitkan keuntungan atau hak istimewa yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok tertentu dengan faktor-faktor sosial, struktural, atau kekuasaan yang dominan dalam masyarakat. Hal ini melibatkan persepsi terhadap perbedaan-perbedaan dalam akses terhadap sumber daya, kesempatan, atau kewenangan yang melekat pada individu atau kelompok tertentu dan […]
Suhu politik nasional yang merangsak tajam usai Gibran menjadi cawapres Prabowo mendorong penulis untuk membaca ulang perbedaan antara kebenaran prosedural dan kebenaran substansial dalam kehidupan bernegara. Topik yang sama telah dibahas oleh beberapa filsuf dalam bidang politik dan hukum. Berikut adalah beberapa filsuf dan kutipan mereka yang memaparkan perbedaan tersebut: Pertama, dalam bukunya Political Liberalism […]